Postingan

FORMALITAS

Gambar
Bintang Bintang S etiap orang memiliki galaksinya masing-masing, dengan bintang yang berbeda-beda. Bagi mereka yang berlayar, bintang adalah pandu, Orang yang merindu menyebutnya sebagai candu, Bagi sebagaian orang lain, bintang adalah penghias kegelapan. Dan bagi para ilmuwan bintang adalah persoalan yang belum selesai. Tetapi bagi mereka yang memiliki bintangnya masing-masing. Bintang cahaya yang lebih purnama dari semua bintang-bintang di angkasa. Meskipun orang lain melihatnya sebagai kebisuan diatas hamparan kesunyian dan kesendirian. Ataupun hanyap sebagaiu mereka yang menyukai kesendirian. Bagi mereka ia tetaplah purnama paling paling paripurna kendati seribu khimalaya telah tunduk pada satu matahari. Rail fauzan 

Cinta dan Rindu

Evolusi mungkin memerlukan kimia.  Tapi pada cinta,  penyimpangan adalah aktivitas kehendak. Suasana mendefinisikan relasi.  Cinta adalah hasil eksekusinya. Suasana adalah 'kimia kultural' dari cinta. Suasana-lah yang memberi ruang kultural untuk eksplorasi cinta. Cinta memerlukan dalil.  Tapi determinisme hanya tumbuh dalam 'suasana'. Nyaris itu melukai. Apapun nama hormon cinta itu (oxytocin, dst),  kimia itu mereduksi eksistensi ke dalam substansi. Sains mencari basis kimia dari cinta: 'zat' yang mengaktifkan rasa itu. Puisi itu neurotransmiter cinta. R I N D U Sepasang kalimat berebut melukiskan senja. Hujan membuat mereka bisu. Sudah itu berulang. Pernah itu menetap. Angin terakhir meninggalkan lembah. Malam melepaskan sepasang rindu.  Tinggal sunyi. Sunyi mengabadikan yang tak hadir.  Rindu mengusiknya.  Sunyi dan rindu tak mungkin akur.

Rindu

Gambar
Gerimis rindu itu luluh seketika. Menggenang kan kenangan purba. Rindu tersungkur pasrah Dalam senandungnya. Menunggu temu segera tiba. Tatkala cinta turun ke langit dunia. Sebagai Rahmatalil alamin. Rindu menjelma jembatan Siratdhol Mustaqim. Menghantarkan namamu Di dalam setiap doa. Rindu Menjadi nyawa waktu. Yang setia menunggu restu kendati akan menjadikannya tiada Rindu menghidupkan sang waktu. Bagi mereka yang menunggu. Rindu adalah kutukan sang waktu. Ia bercahaya dari nyala yang padam. Terbakar tapi tak menjadi abu. Membara tapi tidak membunuh yang bermukim

PENGARUH JARINGAN TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE

PENGARUH JARINGAN TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE   ( Oleh Muh. Israil ) Pengantar             Pada akhir tahun 2019 virus COVID-19 ditemukan di Wuhan Cina. Lalu mulailah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Awalnya kondisi ini bersifat epidemi lalu berubah menjadi pandemi. Tidak disangka penyebarannya begitu cepat. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Begitu juga pemerintah Indonesia, menetapkan kondisi ini menjadi bencana nasional pada bulan Maret 2020.            Penyebaran virus ini sangat cepat karena melibatkan sosial. Kegiatan sosial tidak bisa dihindari. COVID-19 sudah banyak memakan korban jiwa dari ribuan menjadi jutaan karena masa inkubasi pandemi ini kurang lebih dua minggu menjadi penyebab kematian korban jiwa.           Termasuk Negara Indonesia kena pandemi COVID-19. Pemeri...